PEKANBARU, KompasRiau.id — Tekanan akhirnya terlepas. Setelah melewati fase kritis yang menegangkan, PSPS Pekanbaru memastikan diri tetap bertahan di Liga 2 musim depan. Kepastian itu datang usai kemenangan krusial atas Persekat Tegal, sebuah laga yang sebelumnya disebut sebagai “penentu nasib” oleh sang pelatih, Aji Santoso.

Kemenangan dengan skor 4-2 bukan sekadar tambahan tiga poin. Ia adalah penyelamat musim—mengangkat beban mental tim sekaligus mengunci posisi aman dari ancaman degradasi.

Namun di balik euforia tersebut, Aji Santoso justru memilih menahan selebrasi.

“Belum Selesai, Tetap Fight!”

Dalam pernyataannya, Aji menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir. Ia meminta seluruh pemain tetap menjaga fokus dan semangat bertarung di dua laga tersisa musim ini.

“Kami harus lebih fight dan tidak memberi ruang kepada lawan,” tegasnya.

Pesan itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Aji sudah mengingatkan bahwa pertandingan melawan Persekat adalah laga hidup-mati—yang menentukan apakah PSPS akan bertahan atau terus berjibaku hingga akhir musim.

Kini, meski target utama tercapai, standar yang sama tetap dipasang: tidak boleh lengah.

Laga Penentu yang Berbuah Kepastian

Sejak awal pertandingan, PSPS tampil agresif. Dominasi permainan berbuah hasil dengan empat gol yang memastikan kemenangan meyakinkan di kandang sendiri.

Tambahan tiga poin membawa PSPS mengoleksi 34 poin, cukup untuk mengamankan posisi di papan tengah sekaligus menjauh dari zona degradasi.

Lebih dari sekadar angka, kemenangan ini menjadi titik balik setelah sebelumnya tim berada dalam tekanan besar.

Mental, Bukan Sekadar Taktik

Aji Santoso menekankan bahwa kunci kemenangan bukan hanya strategi, tetapi juga mental bertanding. Dalam situasi penuh tekanan, ia meminta pemain tampil lebih disiplin, fokus, dan berani.

Hotnews  📰 GIBRAN–JAN ETHES SALAT ID DI ISTIQLAL, MOMEN KEBERSAMAAN JADI SOROTAN

Pendekatan ini terbukti efektif. PSPS tidak hanya menang, tetapi juga tampil dominan—menunjukkan karakter tim yang mulai matang di fase krusial kompetisi.

Dua Laga Sisa: Formalitas atau Pembuktian?

Meski status bertahan sudah diamankan, dua pertandingan tersisa bukan sekadar formalitas.

Bagi Aji Santoso, ini adalah:

  • Momentum menjaga konsistensi
  • Ajang evaluasi tim menuju musim depan
  • Pembuktian bahwa PSPS bukan sekadar “lolos dari degradasi”

Ia ingin anak asuhnya menutup musim dengan cara yang terhormat.

Penutup: Bertahan Hari Ini, Menatap Lebih Tinggi Besok

Keberhasilan bertahan di Liga 2 memang penting. Namun bagi klub sebesar PSPS, target jangka panjang tentu lebih tinggi: kembali bersaing di papan atas, bahkan promosi ke kasta tertinggi.

Musim ini mungkin tentang bertahan.
Tapi musim depan—bisa jadi tentang kebangkitan.


Catatan Kaki:
Berita ini disusun berdasarkan laporan RiauPos (JawaPos Group) serta perkembangan terbaru PSPS Pekanbaru di Liga 2 musim 2025/2026.
Diolah ulang oleh Tim Redaksi KompasRiau.id.


Tagar:

#PSPS #Liga2 #AjiSantoso #PSPSPekanbaru #SepakBolaRiau #BeritaOlahraga #KompasRiauID #AskarBertuah