Harga BBM Naik, Sopir dan Pengguna Dexlite Tertekan
KompasRiau.id – Pekanbaru, 20 April 2026 – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai menekan aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Pekanbaru. Sopir angkutan serta pengguna Dexlite mengeluhkan lonjakan biaya operasional yang signifikan, seiring meningkatnya harga bahan bakar dalam beberapa waktu terakhir.
Biaya Operasional Melonjak
Para sopir angkutan mengaku harus menghadapi realitas baru dengan beban biaya yang terus meningkat. Pengeluaran harian untuk bahan bakar kini menyerap porsi lebih besar dari pendapatan.
Dampak langsung yang dirasakan:
- Pengeluaran BBM meningkat tajam
- Pendapatan bersih menurun
- Tekanan untuk menaikkan tarif angkutan
Kondisi ini memaksa sebagian sopir mencari alternatif, termasuk mengurangi jam operasional atau beralih ke jenis BBM lain yang lebih terjangkau.
Harga BBM Jadi Beban Baru
Kenaikan terutama terjadi pada BBM non-subsidi yang banyak digunakan kendaraan operasional. Di wilayah Riau, kisaran harga BBM saat ini antara lain:
- Pertalite: ± Rp10.000 per liter
- Pertamax: ± Rp12.900 per liter
- Dexlite: ± Rp14.800 per liter
- Pertamina Dex: ± Rp15.100 per liter
Harga tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi pelaku usaha transportasi yang bergantung pada konsumsi BBM harian dalam jumlah besar.
Pengguna Dexlite Paling Terdampak
Pengguna kendaraan diesel yang mengandalkan Dexlite menjadi kelompok yang paling merasakan dampak. Selain harga yang lebih tinggi dibanding BBM subsidi, kebutuhan konsumsi yang besar membuat biaya operasional meningkat drastis.
Keluhan yang muncul di lapangan:
- Beban biaya usaha meningkat
- Margin keuntungan semakin menipis
- Aktivitas operasional terpaksa dikurangi
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan usaha, khususnya bagi sopir mandiri dan pelaku usaha kecil.
Efek Domino ke Ekonomi Lokal
Kenaikan harga BBM berpotensi memicu dampak lanjutan terhadap ekonomi daerah. Sejumlah sektor diperkirakan ikut terdampak, antara lain:
- Kenaikan harga barang dan jasa
- Penyesuaian tarif transportasi
- Penurunan daya beli masyarakat
Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat memperlambat perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Kesimpulan dan Imbauan
Kenaikan harga BBM non-subsidi menjadi tantangan serius bagi masyarakat Pekanbaru, khususnya pelaku transportasi dan pengguna kendaraan diesel. Tekanan biaya yang meningkat menuntut adaptasi cepat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam penggunaan BBM, mengatur efisiensi operasional, serta mengikuti perkembangan kebijakan energi secara resmi, guna meminimalisir dampak yang lebih luas terhadap kehidupan ekonomi sehari-hari.
Tagar
#Pekanbaru #BBMNaik #Dexlite #HargaBBM #Transportasi #EkonomiRiau #DampakEkonomi #BeritaRiau #KompasRiauID #RiauTerkini







Tinggalkan Balasan