KompasRiau.id – Pekanbaru, 24 April 2026 – Skema distribusi BBM subsidi di Riau resmi berubah arah. Surat rekomendasi kepala desa yang selama ini menjadi “tiket” pembelian kini dihapus, digantikan sistem digital berbasis aplikasi bernama XStar.


Digitalisasi Distribusi, Akhiri Sistem Manual

Perubahan ini menandai peralihan dari sistem manual ke digital dalam penyaluran BBM subsidi. Masyarakat seperti petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang sebelumnya mengandalkan surat keterangan desa, kini wajib terdaftar dan menggunakan aplikasi XStar saat melakukan pembelian di SPBU.

Langkah ini disebut sebagai upaya untuk memperketat pengawasan sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran.


SPBU Tak Lagi Layani Surat Pengantar

Seiring kebijakan tersebut, SPBU di wilayah Riau tidak lagi melayani pembelian BBM subsidi menggunakan surat kades. Aturan baru ini mulai diterapkan, meski di lapangan masih memunculkan kebingungan di tengah masyarakat.

Petugas SPBU berada dalam posisi dilematis: di satu sisi harus patuh terhadap regulasi, di sisi lain masih menghadapi warga yang belum memahami sistem baru berbasis digital.


Transisi Belum Mulus, Sosialisasi Dikebut

Implementasi aplikasi XStar saat ini masih berada dalam tahap transisi. Sejumlah daerah, khususnya wilayah terpencil, dilaporkan belum sepenuhnya siap menjalankan sistem ini.

Kendala utama meliputi keterbatasan akses teknologi, minimnya sosialisasi, serta belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme penggunaan aplikasi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini tengah mempercepat proses sosialisasi guna memastikan kebijakan ini berjalan efektif tanpa menghambat distribusi energi.


Dampak Nyata: Harga Eceran Mulai Merangkak Naik

Di tengah masa penyesuaian, dampak kebijakan mulai terasa. Terbatasnya akses pembelian BBM subsidi membuat harga di tingkat pengecer mengalami kenaikan.

Hotnews  📢 URUS LEGALITAS USAHA & PRIBADI KINI LEBIH MUDAH! 📢

Di sejumlah wilayah, harga pertalite eceran dilaporkan melonjak hingga mencapai kisaran Rp20 ribu per botol. Kondisi ini memicu keluhan warga, terutama mereka yang bergantung pada pasokan BBM untuk aktivitas harian.


Harapan Publik: Tepat Sasaran, Tanpa Menyulitkan

Digitalisasi melalui aplikasi XStar diharapkan mampu menutup celah penyalahgunaan BBM subsidi. Namun, masyarakat menaruh harapan besar agar kebijakan ini tidak justru menambah beban, terutama bagi warga di daerah dengan keterbatasan akses teknologi.

Pemerintah pun dituntut memastikan transisi berjalan mulus—bukan hanya tepat sasaran, tetapi juga tetap berpihak pada kemudahan masyarakat.


#BBMSubsidi #XStar #Pekanbaru #Riau #KompasRiau