JAKARTA, KompasRiau.id — Tekanan krisis energi global kian terasa dan mulai merembet ke fondasi ekonomi nasional. Sejumlah pakar ekonomi memperingatkan, jika gejolak ini tidak segera diantisipasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melambat hingga menembus di bawah angka 5 persen.

Peringatan tersebut mencuat di tengah ketidakpastian harga energi dunia yang masih tinggi dan fluktuatif. Lonjakan harga minyak mentah serta terbatasnya pasokan energi global dinilai menjadi faktor utama yang dapat menekan daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan beban subsidi pemerintah.

Dalam analisis sejumlah ekonom, skenario terburuk dapat terjadi apabila harga energi terus bertahan di level tinggi dalam jangka panjang. Kondisi ini berisiko memperlambat aktivitas industri, meningkatkan biaya produksi, dan pada akhirnya menggerus pertumbuhan ekonomi nasional.

Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia relatif mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen. Namun, tekanan eksternal yang bersumber dari krisis energi global dinilai dapat mengganggu stabilitas tersebut, bahkan mendorong laju pertumbuhan turun di bawah batas psikologis yang selama ini dijaga.

Tak hanya itu, ketergantungan terhadap energi fosil turut memperbesar kerentanan ekonomi. Upaya transisi menuju energi baru dan terbarukan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan investasi besar hingga kesiapan infrastruktur yang belum merata.

Di sisi lain, pemerintah dihadapkan pada dilema kebijakan: menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri atau mempertahankan kesehatan fiskal negara. Keduanya membutuhkan keseimbangan yang cermat agar dampak krisis tidak semakin meluas ke sektor lain.

Para ahli menekankan pentingnya langkah strategis dan terukur, termasuk percepatan diversifikasi energi serta penguatan ketahanan energi nasional. Tanpa intervensi yang tepat, krisis energi dikhawatirkan tidak hanya menjadi persoalan sektoral, tetapi juga ancaman serius bagi momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hotnews  Kapolda Riau Copot Kasat Narkoba Pekanbaru, 7 Personel Dipatsus

Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan laporan media nasional, analisis pakar ekonomi, serta data yang telah diverifikasi dari berbagai sumber kredibel.

Penulis: Wartawan KompasRiau.id
Editor: Desk Ekonomi & Bisnis

#KompasRiau #EkonomiIndonesia #KrisisEnergi #PertumbuhanEkonomi #BeritaNasional #EnergiGlobal #Ekonomi2026