Muhammadiyah Riau Siapkan 138 Titik Salat Id, Tersebar di 12 Kabupaten/Kota
PEKANBARU – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau memastikan kesiapan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah dengan menyiapkan sedikitnya 138 titik lokasi yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memberikan pelayanan ibadah yang terorganisir, sekaligus memastikan akses masyarakat untuk menunaikan Salat Id berjalan lancar, tertib, dan khusyuk.
Ketua PW Muhammadiyah Riau menyampaikan, jumlah titik tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah seiring proses finalisasi data di tingkat daerah. Lokasi pelaksanaan tidak hanya terpusat di masjid, tetapi juga memanfaatkan berbagai ruang terbuka dan fasilitas milik Muhammadiyah.
“Pelaksanaan salat akan digelar di masjid, lapangan terbuka, serta lingkungan amal usaha Muhammadiyah seperti sekolah dan kampus,” ujarnya.
Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab atau perhitungan astronomi. Metode ini secara konsisten digunakan Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Sebaran lokasi menunjukkan konsentrasi cukup besar di sejumlah wilayah. Di Pekanbaru tercatat sekitar 12 titik pelaksanaan. Sementara itu, Kabupaten Kampar menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni sekitar 40 titik. Lokasi lainnya tersebar di berbagai kabupaten/kota seperti Indragiri Hulu, Dumai, dan wilayah lain di Riau.
Muhammadiyah juga menegaskan bahwa perbedaan penetapan hari raya Idulfitri merupakan realitas yang tidak dapat dihindari dalam praktik keagamaan di Indonesia. Perbedaan metode, antara hisab dan rukyat, menjadi salah satu faktor utama.
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan perbedaan tersebut sebagai sumber konflik sosial. Sebaliknya, perbedaan diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kedewasaan beragama dan toleransi.
“Perbedaan adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana kita saling menghormati dan menjaga persatuan,” tegasnya.
Dalam perspektif jangka panjang, Muhammadiyah terus mendorong penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai solusi untuk menyatukan sistem penanggalan Islam di tingkat dunia. Gagasan ini dinilai penting guna meminimalisasi perbedaan penentuan hari-hari besar keagamaan di masa mendatang.
Dengan kesiapan ratusan titik pelaksanaan ini, Muhammadiyah Riau berharap umat Islam dapat menjalankan Salat Id dengan nyaman, sekaligus menjadikan momentum Idulfitri sebagai ajang memperkuat ukhuwah dan persatuan.
Tagar:
#Muhammadiyah #Idulfitri1447H #SalatIdRiau #Riau #Pekanbaru #Kampar #Lebaran2026 #Hisab #UmatIslam #BeritaRiau #KompasRiau #ToleransiBeragama #KHGT #KalenderHijriah #Indonesia







Tinggalkan Balasan