SELATPANJANG, KompasRiau.id – Sebanyak 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti hingga kini masih belum dapat beroperasi. Puluhan SPPG tersebut masih berstatus hold dan menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan.

Koordinator Wilayah Kepulauan Meranti, Suryani, mengungkapkan bahwa dari total 41 SPPG yang belum beroperasi, empat di antaranya merupakan SPPG mandiri, sementara 37 lainnya berada di wilayah terpencil.

“Yang belum beroperasi masih menunggu arahan dari pimpinan,” ujar Suryani, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, dari 37 SPPG di wilayah terpencil tersebut, sebanyak 34 dapur sebenarnya telah selesai dibangun dan secara fisik sudah siap digunakan. Namun, operasionalnya belum dapat dimulai karena masih menunggu keputusan dan instruksi dari pihak terkait.

Meski demikian, SPPG yang telah lebih dahulu beroperasi di Kepulauan Meranti tetap berjalan normal dan terus melayani para penerima manfaat program MBG di sejumlah wilayah.

Tertundanya operasional puluhan SPPG tersebut menjadi tantangan bagi upaya percepatan pemerataan program Makan Bergizi Gratis di Kepulauan Meranti, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Padahal, keberadaan dapur-dapur MBG baru diharapkan dapat memperluas akses pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah dan masyarakat penerima manfaat, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan bahan pangan dari daerah setempat.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera memberikan kepastian mengenai operasional SPPG yang masih tertahan, sehingga program strategis nasional tersebut dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Kepulauan Meranti.

Ditulis oleh Tim Redaksi KompasRiau.id

Hotnews  376 JCH Rohul Siap Berangkat, Masuk Asrama Haji 29 April