JAKARTA, KOMPASRIAU.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (5/6/2026) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan setelah tekanan pasar dalam beberapa pekan terakhir mulai mereda. Sejumlah analis menilai sentimen positif dari dalam dan luar negeri dapat menjadi katalis bagi pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Pelaku pasar saat ini mencermati meredanya tekanan akibat rebalancing indeks global yang sebelumnya sempat membebani pergerakan saham-saham unggulan. Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah serta menurunnya kekhawatiran terhadap gejolak geopolitik global turut memberikan ruang bagi investor untuk kembali melakukan akumulasi pada sejumlah saham pilihan.

Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak di zona hijau sepanjang sentimen positif tetap terjaga. Tekanan jual investor asing yang mulai berkurang juga dinilai menjadi sinyal bahwa pasar sedang berupaya membangun momentum pemulihan setelah periode volatilitas tinggi.

Di tengah peluang penguatan tersebut, sejumlah saham menjadi perhatian pelaku pasar. Saham sektor energi dan pertambangan masih dinilai menarik seiring stabilnya harga komoditas global dan meningkatnya kebutuhan energi di berbagai negara.

Beberapa saham yang masuk dalam radar perdagangan hari ini antara lain PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ketiga saham tersebut dinilai memiliki peluang pergerakan positif didukung sentimen sektoral serta kondisi teknikal yang cukup menarik untuk dicermati investor.

ADMR masih mendapatkan perhatian pasar karena prospek bisnis batu bara metalurgi yang digunakan untuk industri baja. Sementara RAJA memperoleh sentimen positif dari sektor energi dan infrastruktur gas yang terus berkembang. Adapun PTBA tetap menjadi salah satu emiten batu bara yang diperhitungkan berkat fundamental perusahaan yang relatif solid dan konsistensi kinerja dalam beberapa tahun terakhir.

Hotnews  WALI KOTA SERAHKAN BANTUAN UNTUK KORBAN KEBAKARAN DI SUKAJADI

Meski demikian, investor tetap diimbau untuk mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi arah pasar. Faktor pergerakan harga komoditas, kebijakan suku bunga, serta arus modal asing masih menjadi variabel penting dalam menentukan arah IHSG ke depan.

Analis menilai peluang penguatan indeks masih terbuka selama tidak muncul sentimen negatif baru yang dapat memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham. Dalam kondisi seperti saat ini, strategi selektif dalam memilih saham dengan fundamental dan prospek bisnis yang kuat dinilai menjadi langkah yang lebih bijak bagi investor.


Ditulis oleh Tim Redaksi KompasRiau.id