RENGAT, KOMPASRIAUID — Enam pekerja PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mengalami luka-luka setelah diduga diserang sekelompok orang bersenjata di area perusahaan, Senin (1/6/2026). Dua korban dengan kondisi luka cukup serius dilaporkan dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para korban mengalami luka akibat senjata tajam, senapan angin, serta benda tumpul. Peristiwa itu terjadi saat para pekerja berada di lokasi kerja pada pagi hari. Situasi yang semula berlangsung normal mendadak berubah tegang ketika sekelompok orang memasuki kawasan perusahaan.

Salah seorang korban mengaku tidak sempat melakukan perlawanan karena serangan terjadi secara tiba-tiba. Beberapa pekerja disebut berusaha menyelamatkan diri, namun tetap menjadi sasaran penyerangan. Akibat kejadian tersebut, sejumlah korban mengalami luka bacok, luka tembak senapan angin, serta cedera akibat pukulan.

Dari enam korban yang terluka, dua di antaranya harus dirujuk ke Pekanbaru karena membutuhkan perawatan lebih intensif. Sementara korban lainnya masih menjalani penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.

Pihak korban menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan konflik lahan yang selama ini terjadi di kawasan perkebunan. Dugaan itu kini menjadi salah satu aspek yang diharapkan dapat didalami aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan. Namun hingga saat ini, motif pasti penyerangan masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.

Perusahaan dilaporkan telah menyiapkan langkah hukum dengan membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian. Aparat diharapkan segera mengusut kasus tersebut guna memastikan pelaku penyerangan dapat diidentifikasi dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kepolisian setempat menyatakan masih mengumpulkan informasi terkait insiden tersebut. Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah terduga pelaku maupun kronologi lengkap berdasarkan hasil penyelidikan aparat.

Hotnews  Samsat Riau Buka 25 Maret 2026, Ini Jadwal dan Layanan Terbaru Usai Lebaran

Peristiwa ini menambah daftar konflik yang berujung kekerasan di kawasan perkebunan dan menjadi perhatian karena melibatkan penggunaan senjata yang mengakibatkan sejumlah pekerja mengalami luka serius. Aparat diminta memastikan keamanan di lokasi serta mencegah terjadinya aksi lanjutan yang dapat memperkeruh situasi di lapangan.