PEKANBARU, KOMPASRIAUID – Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ikhwan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden kericuhan yang terjadi di lingkungan Gedung DPRD Riau beberapa waktu lalu. Ia menyesalkan peristiwa tersebut dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Permintaan maaf itu disampaikan Parisman sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegaduhan yang terjadi di lembaga legislatif. Menurutnya, DPRD merupakan institusi yang seharusnya menjadi teladan dalam menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan mekanisme yang berlaku.

“Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Riau atas peristiwa yang terjadi. Kami tentu tidak menginginkan kejadian seperti ini terjadi di lingkungan DPRD,” ujarnya.

Parisman menegaskan, perbedaan pandangan dalam dinamika politik merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan secara bijaksana tanpa menimbulkan konflik yang dapat mengganggu citra lembaga maupun ketertiban umum.

Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk para pendukung masing-masing, untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana. Parisman meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Biarkan kepolisian bekerja secara profesional untuk mengungkap penyebab kejadian ini,” katanya.

Kericuhan di Gedung DPRD Riau terjadi setelah rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Insiden tersebut melibatkan kelompok pendukung dua anggota dewan dan sempat menjadi perhatian publik setelah video kejadian beredar luas di media sosial.

Meski demikian, Parisman membantah dirinya terlibat secara langsung dalam bentrokan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan maupun mengarahkan siapa pun untuk melakukan tindakan yang berujung pada kericuhan.

Menurutnya, persoalan yang terjadi merupakan kesalahpahaman yang berkembang di luar forum resmi DPRD. Karena itu, ia berharap seluruh pihak tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian.

Hotnews  SPMB SD dan SMP Dibuka, Disdik Pekanbaru Minta Orang Tua Daftar Lewat Jalur Resmi

Sementara itu, Polda Riau masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan video yang beredar di media sosial. Polisi memastikan proses penanganan dilakukan secara objektif untuk mengungkap fakta di balik insiden tersebut.

Parisman berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar lebih mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan sikap saling menghormati dalam menyelesaikan perbedaan pendapat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dengan mengutamakan kepentingan masyarakat serta menjaga marwah DPRD Riau.

Di sisi lain, sejumlah kalangan berharap insiden tersebut menjadi momentum evaluasi bagi seluruh elemen di lingkungan DPRD Riau agar tata tertib dan pengamanan di kawasan gedung dewan semakin diperkuat. Dengan demikian, aktivitas legislatif dapat berlangsung kondusif dan kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan rakyat tetap terjaga.